“Food Styling” untuk Promosi Makanan yang Menggugah Selera

Pernahkah Anda melihat foto makanan dan rasanya ingin segera mencicipi makanan tersebut? Atau, bahkan dengan sadar jari Anda langsung memesan makan yang serupa dari aplikasi pesan-antar makanan?

Nah, sebetulnya ada beberapa orang yang bertanggung jawab terhadap foto penggugah selera tersebut. Antara lain penata makanan atau food stylist (bekerjasama dengan food photographer atau fotografer makanan). Mereka punya keahlian tertentu yang bisa menampilkan foto makanan menjadi terlihat menarik dan menggugah selera.

Food Stylist
Tugas utama penata makanan lebih kepada penataan tampilan foto dan makanan secara keseluruhan, memikirkan ide konsep tampilan makan yang akan dipotret, memilih dan menata background makanan dan memperhitungkan sisi seni dari tampilan makanan tersebut.

Mengenai hal ini, kami sempat berbincang dengan penata makanan independen, Karlina Chandra, dan meminta beberapa tips yang bisa membantu Anda mempromosikan bisnis makanan. Atau, untuk membantu Anda yang juga ingin menjadi penata makanan.

Dunia kuliner terus berkembang, lho. Banyak kafe dan restoran baru yang bermunculan, membuat peluang jasa penata makanan semakin besar. Bahkan, jika Anda menyenangi memotret makanan, dapat membuat foto tampak indah dan digunakan untuk keperluan media sosial bisnis kuliner Anda.

1. Tentukan signature style atau ciri khas gaya Anda
Setiap orang punya taste atau selera tersendiri dalam memotret ataupun sekedar menikmati sebuah foto. Selami gaya foto yang paling Anda sukai, serta eksplorasi diri Anda sendiri untuk menemukan ciri khas yang dapat membedakan gaya penataan Anda dengan yang lain. Punya ciri khas sendiri, membuat orang dapat lebih mudah mengenali hasil karya Anda, memudahkan klien saat memilih untuk mengajak bekerja sama, dan tentu saja membuat Anda akan lebih senang menjalani proses berkarya tersebut ketimbang harus meniru gaya orang lain.

2. Cari inspirasi sebanyak-banyaknya
Inspirasi bisa Anda peroleh dari mana-mana. Melihat penataan di majalah-majalah kuliner, intip Instagram atau Pinterest bisa jadi cara Anda untuk memperoleh sebanyak-banyaknya inspirasi dalam berkarya. Dengan mencari banyak inspirasi, wawasan Anda akan semakin terbuka dalam mengeksplorasi berbagai gaya penataan makanan dan mengasah cita rasa seni dalam diri Anda.

3. Terus berlatih
Jadikan setiap kesempatan untuk berlatih mengasah ketrampilan penataan Anda. Misalnya, sebelum Anda menyantap makanan di sebuah kafe, atau sesaat setelah memasak hidangan favorit lakukan penataan dan ambil gambar dari berbagai sudut dan pencahayaan. Bukan berarti Anda harus membawa kamera ke mana-mana, cukup menggunakan kekuatan kamera smartphone yang selalu menempel di saku Anda, untuk mengabadikan foto-foto tersebut. Smartphone juga memudahkan Anda untuk langsung mengunggah hasil foto ke laman media sosial pribadi. Apalagi, sudah banyak terdapat aplikasi foto editing pada smartphone, untuk memudahkan Anda melakukan sentuhan akhir sebelum mengunggahnya di media sosial.

4. Manfaatkan Media sosial untuk ‘jualan’
Unggah foto latihan Anda di akun media sosial pribadi. Akan tetapi, sebaiknya punya akun media sosial yang khusus hanya mengunggah hasil karya sebagai portofolio Anda. Akun khusus ini dapat Anda jadikan sebagai ‘akun jualan’ dengan memancing para potensial klien melihat karya Anda lewat pencarian dengan tagar-tagar yang pas. Ikutilah juga akun para fotografer makanan dan sesama penata makanan lainnya, beri tanggapan dan minta mereka juga memberikan tanggapan untuk hasil karya Anda. Siapa tahu mungkin ada fotografer profesional di luar sana yang tertarik mengajak Anda bekerja sama.

5. Punya mental baja
Jika menjadikan pekerjaan ini sebagai pilihan karier, maka Anda harus bermental baja. Selalu siap berhadapan dengan klien rewel, bekerja sama dengan fotografer yang mungkin sulit menerjemahkan isi pikiran Anda, keluar masuk toko dan pasar untuk berburu pernak pernik yang cocok untuk latar foto, dan tidak jarang berkejaran dengan batas waktu yang ketat. Karlina memberikan tipsnya untuk bisa ‘mencuri waktu’ beristirahat sejenak sebelum berhadapan dengan klien, atau melakukan hobi sejenak untuk mengembalikan mood.

Menata makanan bisa dibilang pekerjaan yang membutuhkan cita rasa seni tinggi. Tidak perlu berkecil hati bagi mereka yang merasa ‘kurang nyeni’ tapi ingin mencoba. Karlina mengatakan, jika menjalani tips di atas, maka Anda dapat dengan sendirinya menemukan ‘cita rasa’ dan merasakan seni dalam karya-karya Anda. Kenapa tidak mencoba instagram pribadi untuk mengunggah hasil karya dan mendapatkan tanggapan dari para follower Anda? Jadikan semua komen sebagai masukan untuk terus belajar. Selamat mencoba dan belajar!

Sumber : https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/pemasaran/-food-styling-untuk-promosi-makanan-yang-menggugah-selera